maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

Dari Gelap Menuju Terang: Semangat Kartini Hidup di SRMP 30 Sidenreng Rappang

$rows[judul] Foto: Wakil Kepala Sekolah SRMP 30 Sidenreng Rappang, Nur Alim

Sidrap - SRMP 30 Sidenreng Rappang kembali menunjukkan komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai karakter dan perjuangan kepada peserta didik melalui peringatan Hari Kartini yang berlangsung meriah dan penuh makna. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang seremonial tahunan, tetapi juga dikemas secara kreatif dan edukatif sebagai ruang pembelajaran kontekstual bagi siswa untuk memahami nilai emansipasi dan perjuangan perempuan Indonesia.


Peringatan Hari Kartini yang terinspirasi dari sosok R.A. Kartini ini dihadiri oleh sejumlah tamu penting, di antaranya Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Sidenreng Rappang, Firman S.E., serta perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sidenreng Rappang yaitu Kasi GTK. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya sekolah dalam membangun pendidikan yang berkarakter dan inklusif.

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi berbagai perlombaan unik dan menarik yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat akan nilai edukatif. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap kegiatan, mulai dari lomba bertema budaya, kreativitas, hingga kegiatan yang menonjolkan peran dan potensi perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Suasana penuh semangat, keceriaan, dan kebersamaan begitu terasa sepanjang kegiatan berlangsung.

Dalam sambutannya, Firman menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa SRMP 30 Sidenreng Rappang mampu menghadirkan konsep peringatan Hari Kartini yang berbeda dan inovatif.

“Kegiatan ini sangat luar biasa karena tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga dikemas dengan berbagai perlombaan yang unik dan bermakna. Ini menjadi contoh bagaimana nilai-nilai perjuangan Kartini dapat ditanamkan secara kreatif kepada generasi muda,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik semata, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, kepercayaan diri, dan kesadaran sosial peserta didik, termasuk dalam memahami pentingnya kesetaraan dan peran perempuan dalam pembangunan.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SRMP 30 Sidenreng Rappang, Nur Alim, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar kegiatan tahunan.

“Kegiatan Hari Kartini ini bukan hanya kegiatan seremonial semata, tetapi di dalamnya terdapat nilai emansipasi wanita dan teladan perjuangan yang harus kita pelajari bersama. Ini adalah momentum untuk membangun kesadaran bahwa setiap individu, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih cita-cita,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan refleksi mendalam terkait peran Sekolah Rakyat sebagai ruang harapan bagi peserta didik.

“Di Sekolah Rakyat, istilah ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ akan benar-benar nyata. Anak-anak kita yang mungkin pernah berada dalam kondisi yang sulit atau penuh keterbatasan, di sini kita bimbing, kita arahkan, agar mereka mampu bangkit dan menjemput masa depan yang lebih cerah. Sekolah ini menjadi jembatan menuju kesuksesan mereka,” tambahnya penuh optimisme.

Peringatan ini juga menjadi wadah untuk menumbuhkan rasa percaya diri siswa, khususnya siswi, agar berani tampil, berpendapat, dan menunjukkan potensi diri. Semangat Kartini yang identik dengan keberanian, kecerdasan, dan keteguhan hati diharapkan mampu menginspirasi seluruh peserta didik dalam menjalani proses pendidikan dan kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, SRMP 30 Sidenreng Rappang tidak hanya mengenang jasa R.A. Kartini, tetapi juga berupaya mengaktualisasikan nilai-nilai perjuangannya dalam konteks pendidikan masa kini. Semangat perubahan, kesetaraan, dan harapan menjadi pesan utama yang ingin ditanamkan kepada generasi muda.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa semakin termotivasi untuk terus belajar, berkembang, dan berani bermimpi besar. Dari ruang-ruang sederhana di Sekolah Rakyat, cahaya harapan itu terus dinyalakan membuktikan bahwa dari gelap, akan selalu ada jalan menuju terang.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)