maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

Forum Kemahasiswaan FPK UNAIR Perkuat Kolaborasi Maritim Jawa Timur

$rows[judul]

Malang – Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) UNAIR memperkuat jejaring kolaborasi mahasiswa melalui Forum Kemahasiswaan (FORKOM) Perikanan dan Kelautan Jawa Timur. Forum tersebut diselenggarakan pada Minggu (20/9/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Airlangga Maritim Week (AMW) tersebut mempertemukan sekitar 50 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur. Mereka hadir untuk bertukar gagasan, memperkenalkan program kerja, dan membahas pengembangan kegiatan kemahasiswaan di bidang perikanan serta kelautan.

Forum ini diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari Universitas Islam Sunan Ampel Surabaya, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Hang Tuah, Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Universitas Dr. Soetomo, Universitas Brawijaya, dan Universitas Sunan Gresik. Selain itu, tujuh organisasi mahasiswa (Ormawa) di lingkungan FPK UNAIR turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Forum Kemahasiswaan Perikanan dan Kelautan Jawa Timur diinisiasi sebagai ruang pertemuan bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang memiliki program studi dan perhatian terhadap sektor perikanan maupun kelautan. Peserta berasal dari bidang keilmuan yang beragam, termasuk teknologi hasil perikanan, akuakultur, dan ilmu kelautan.

Melalui forum tersebut, masing-masing organisasi mahasiswa berkesempatan menyampaikan program kerja serta kegiatan yang telah terlaksana. Pertemuan ini juga menjadi ruang untuk mendiskusikan isu-isu kemaritiman, bertukar pengalaman organisasi, dan mengembangkan gagasan yang berkaitan dengan Sustainable Development Goals (Sdg).

Reyfan selaku penanggung jawab mahasiswa dalam forum menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk membangun komunikasi dan kerjasama antar mahasiswa lintas perguruan tinggi.

“Forum ini menjadi sarana untuk mempertemukan mahasiswa perikanan dan kelautan dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur. Melalui pertukaran informasi dan gagasan, mahasiswa dapat mengembangkan potensi kolaborasi serta menyusun kegiatan yang relevan dengan isu perikanan, kelautan, dan SDGs,” jelas Reyfan.

Tidak hanya berfokus pada diskusi, forum ini juga membahas rencana penyusunan buku yang memuat dokumentasi kegiatan organisasi mahasiswa terkait SDGs dan isu perikanan serta kelautan. Luaran tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan program kerja sekaligus memperkuat kesinambungan kolaborasi antar organisasi mahasiswa.

“Rencana penyusunan buku menjadi salah satu bentuk upaya untuk mengarsipkan gagasan, pengalaman, dan kontribusi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi,” ucapnya. Dengan demikian, hasil forum tidak berhenti pada pertukaran pandangan, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang memberikan manfaat lebih luas.

Reyfan berharap forum kemahasiswaan tersebut dapat terus dikembangkan dengan konsep yang lebih matang dan cakupan peserta yang lebih luas. Menurutnya, penguatan jejaring mahasiswa perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kolaborasi di bidang perikanan dan kelautan dapat berkembang hingga tingkat nasional.

“Ke depan, kami berharap forum ini dapat diperluas hingga tingkat nasional dengan konsep yang lebih terarah dan melibatkan lebih banyak perguruan tinggi. Kegiatan ini diharapkan menghasilkan luaran yang bermanfaat serta mendorong kolaborasi mahasiswa dalam pengembangan sektor perikanan dan kelautan Indonesia,” ujar Reyfan

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)