maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

Warga Lompo Tengah Demo Kepung Area Tambang

$rows[judul] Foto: Kondisi penyampaian aspirasi warga

LOMPO TENGAH – Ketegangan menyelimuti Dusun Lumpajae, Desa Lompo Tengah, setelah puluhan warga yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat "Bertindak" mengepung area pertambangan setempat. Aksi massa ini merupakan puncak kemarahan warga terhadap aktivitas tambang yang dinilai mengancam kelestarian lingkungan dan masa depan generasi mendatang.

Sejak siang hari, massa telah memadati pintu masuk utama tambang. Mereka membentuk barikade manusia sebagai simbol perlawanan terhadap praktik eksploitasi yang dianggap mengabaikan hak-hak dasar warga desa.

Aksi ini dipimpin oleh dua tokoh pemuda, Agus Salim dan Andi Fitra Ramadan. Dalam orasinya, Agus Salim menegaskan bahwa gerakan ini bukanlah sekadar aksi simbolik, melainkan perwujudan dari keresahan masyarakat yang sudah lama terpendam.

"Ancaman terhadap ekosistem, rusaknya sumber air, dan hilangnya ruang hidup warga menjadi alasan utama mengapa penolakan ini tidak bisa ditawar lagi," tegas Agus di hadapan massa yang riuh.

Kondisi di lapangan sempat memanas ketika massa mendesak masuk ke jalur utama logistik, tempat truk-truk pengangkut pasir dan batu (sirtu) biasa melintas. Warga menuntut agar pimpinan perusahaan tambang keluar dan menemui mereka secara langsung di lapangan.

Warga secara tegas menolak segala bentuk komunikasi di ruang tertutup. Menurut mereka, dialog terbuka di hadapan rakyat adalah satu-satunya bentuk pertanggungjawaban yang sah dan transparan.

Andi Fitra Ramadan, yang turut memimpin barisan, menyampaikan tuntutan keras kepada pihak perusahaan.

"Kami tidak butuh janji kosong atau dokumen formal yang dibuat sepihak. Kami menuntut pihak perusahaan hadir di sini, berdiri di hadapan rakyat, dan menjelaskan dasar moral mereka merusak tanah yang bukan milik mereka," cetusnya.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di area tambang Lompo Tengah masih dalam kondisi siaga. Warga menyatakan akan terus bertahan dan menduduki lokasi hingga tuntutan mereka dipenuhi secara nyata.

Bagi masyarakat Lompo Tengah, kedaulatan atas tanah, air, dan udara adalah harga mati yang tidak bisa ditukar dengan nilai investasi apa pun. Mereka memperingatkan bahwa jika suara rakyat terus diabaikan, gelombang perlawanan yang jauh lebih besar akan segera menyusul.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)