maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

Demo Nelayan Terdampak Proyek Migas Sepakati Kompensasi dengan INPEX

$rows[judul]

Ambon – Aksi unjuk rasa yang digelar nelayan Desa Lermatang di area Shelter PT INPEX Masela, Kecamatan Tanimbar Selatan, Selasa (31/3/2026), berakhir dengan tercapainya kesepakatan terkait pembayaran kompensasi.

Aksi tersebut menuntut realisasi kompensasi bagi nelayan tangkap yang terdampak aktivitas proyek migas. Pengamanan dilakukan oleh jajaran Kepolisian Resor Kepulauan Tanimbar bersama Polsek setempat.

Wakapolres Kepulauan Tanimbar, Kompol Wilhelmus B. Minaharat, yang memimpin pengamanan menyampaikan bahwa kepolisian tidak hanya menjaga situasi tetap kondusif, tetapi juga memfasilitasi mediasi antara warga, pemerintah daerah, dan pihak perusahaan.

“Seluruh rangkaian aksi hingga mediasi berjalan aman dan damai. Ini menunjukkan kedewasaan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi,” ujar Wilhelmus di Ambon.

Menurut dia, dialog yang berlangsung secara konstruktif menghasilkan kesepakatan bahwa PT INPEX Masela bersedia memenuhi tuntutan kompensasi yang diajukan nelayan.

Wilhelmus menegaskan, Polri berperan sebagai pihak netral yang menjembatani komunikasi antara masyarakat dan perusahaan.

“Polri hadir sebagai jembatan komunikasi yang netral agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog,” katanya.

Dalam aksi tersebut, sempat terjadi insiden saling dorong antara massa dan aparat. Namun, situasi tetap terkendali dan tidak mengganggu jalannya demonstrasi secara keseluruhan.

Setelah proses mediasi selesai, massa membubarkan diri dengan tertib. Hingga Selasa sore, kondisi keamanan di kawasan Shelter PT INPEX Masela dan sekitarnya dilaporkan tetap kondusif.

Keberhasilan pengamanan aksi ini dinilai mencerminkan pentingnya pendekatan dialogis dalam penyelesaian konflik sosial, khususnya di wilayah proyek strategis.

Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, diharapkan implementasi kompensasi dapat berjalan secara konsisten dan transparan guna menjaga kepercayaan masyarakat serta mencegah potensi konflik lanjutan.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)