Foto: Dyah Arum Sari menyampaikan materi. (Istimewa)
Jakarta - Finalis Duta Maritim Indonesia yang diselenggarakan Aspeksindo mengaku kagum dengan narasumber hari kedua Sekolah Duta Maritim Indonesia. Peserta mengatakan begitu senang dengan sosok Dyah Arum Sari S.J., M.Pd., C.ST MI yang membawakan materi Manner dan Etiquette, The Power of Generosity.
"Mbak Dyah menegaskan bahwa karakter unggul tidak lahir begitu saja, tetapi dibentuk melalui proses panjang, khususnya lewat interaksi dan pembelajaran dalam sebuah kelompok," kata Bernike Gloria Nadeak di Kantor Aspeksindo, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (11/8/2025).
Finalis yang mewakili provinsi Kalimantan Timur ini menguraikan empat sikap wajib sebagai seorang duta.
" Pertama, bertanggung jawab. Kita harus menepati janji, menyelesaikan tugas, dan siap menerima konsekuensi," jelasnya.
"Kedua, duta itu harus berani berpendapat, mengambil keputusan, dan menghadapi tantangan," Gloria menambahkan.
Selanjutnya, dia mengatakan duta mesti taat pada norma-norma yang berlaku di masyarakat. Termasuk bersikap jujur dan terbuka.
"Memiliki sikap malu, enggan melakukan hal yang melanggar norma dan memiliki sikap jujur dan terbuka," sambungnya.
Gloria terkesan dengan materi yang sudah diterimanya sejauh ini.
“Menurut saya, materi ini mengajarkan bahwa karakter tidak bisa dibangun sendirian. Latihan di dalam kelompok membuat kita terbiasa bertanggung jawab, berani, menjaga rasa malu, dan jujur. Manners dan Etiquette bukan sekadar aturan sopan, tapi cerminan karakter yang konsisten di depan dan di belakang layar,” ujarnya.
Tulis Komentar