Makassar – Ketua Bidang Lingkungan Hidup Forum Pemerhati Keselamatan dan Kesehatan Kerja (FPK3) Kota Makassar memberikan perhatian terhadap kebijakan Pemerintah Kota Makassar mengenai implementasi program pilah sampah dari sumber. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah yang progresif dan patut diapresiasi sebagai upaya mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Namun demikian, FPK3 Kota Makassar menilai bahwa keberhasilan sebuah kebijakan tidak hanya ditentukan oleh regulasi yang diterbitkan, tetapi juga oleh kesiapan seluruh unsur yang menjadi pelaksana di lapangan.
Rusli selaku Ketua Bidang Lingkungan Hidup FPK3 Kota Makassar mempertanyakan sejauh mana kesiapan masyarakat, pemerintah kelurahan, RT, dan RW dalam memahami serta menjalankan mekanisme pemilahan sampah sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
"Program ini memiliki tujuan yang sangat baik. Akan tetapi, sebelum diberlakukan secara menyeluruh, pemerintah perlu memastikan bahwa masyarakat benar-benar telah memahami tata cara pemilahan sampah. Demikian pula perangkat pemerintah di tingkat kelurahan, RT, dan RW harus memiliki pemahaman yang sama agar mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada warga."
FPK3 juga menyoroti pentingnya memastikan kesiapan sarana dan sistem pendukung. Menurutnya, masyarakat tentu akan mendukung kebijakan tersebut apabila tersedia fasilitas yang memadai, seperti tempat sampah terpilah, sistem pengangkutan yang tidak mencampurkan kembali sampah yang telah dipilah, serta fasilitas pengolahan yang mampu menampung hasil pemilahan.
Selain itu, Rusli selaku ketua bidang lingkungan hidup FPK3 mempertanyakan apakah implementasi program tersebut telah melalui uji kesiapan di lapangan, termasuk sosialisasi yang merata kepada seluruh lapisan masyarakat.
"Pertanyaan yang perlu dijawab adalah, apakah masyarakat sudah benar-benar siap? Apakah lurah, RT, dan RW telah dibekali dengan pemahaman yang memadai? Apakah sistem pengangkutan dan pengolahan sampah telah siap mendukung kebijakan ini? Jika aspek-aspek tersebut belum terpenuhi, maka implementasi program berpotensi menghadapi berbagai kendala."
FPK3 berpandangan bahwa perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah tidak dapat terjadi secara instan. Dibutuhkan proses edukasi yang berkelanjutan, pendampingan, serta evaluasi berkala agar tujuan kebijakan dapat tercapai secara efektif.
Oleh karena itu, FPK3 Kota Makassar mendorong Pemerintah Kota Makassar untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tingkat kesiapan pelaksanaan program, mulai dari aspek sumber daya manusia, infrastruktur, mekanisme pengangkutan, hingga sistem pengolahan sampah. Evaluasi tersebut dinilai penting agar implementasi kebijakan tidak hanya menjadi target administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
Sebagai organisasi yang memiliki perhatian terhadap keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup, FPK3 Kota Makassar menyatakan siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan masukan, edukasi, serta pengawasan yang konstruktif demi mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang efektif, berkelanjutan, dan dapat dijalankan oleh seluruh masyarakat Kota Makassar.
FPK3 menegaskan bahwa kritik yang disampaikan merupakan bentuk kepedulian terhadap keberhasilan program pemerintah. Tujuannya bukan untuk menghambat kebijakan, melainkan memastikan bahwa setiap program yang dijalankan benar-benar didukung oleh kesiapan masyarakat dan perangkat pelaksana sehingga mampu mencapai hasil yang optimal.
Tulis Komentar