maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

Pemkab Bangka Tengah Upayakan Peningkatan Konsumsi Ikan Masyarakat

$rows[judul]

NAMANG – Puluhan masyarakat Desa Jelutung, Kecamatan Namang, khususnya ibu hamil, ibu yang memiliki balita, serta para lansia mengikuti kegiatan Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang digelar di Pondok Pesantren Raudlatul Muta'allimin Al-Baisuny, Desa Jelutung, Kecamatan Namang, Kamis (06/08/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan konsumsi ikan yang diinisiasi Anggota Komisi IV DPR RI Daerah Pemilihan Kepulauan Bangka Belitung, Melati.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Tengah, Imam Soehadi, mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah menyambut baik pelaksanaan Safari Gemarikan sebagai langkah nyata meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi ikan.

"Kami di Pemkab Bangka Tengah menyambut baik terselenggaranya kegiatan Roadshow Gemar Makan Ikan ini. Ikan merupakan sumber protein yang sangat penting karena mampu mendukung kesehatan, kekuatan fisik, sekaligus kecerdasan masyarakat," kata Imam.

Imam mengungkapkan hasil kajian yang dilakukan bersama Universitas Bangka Belitung menunjukkan masih terdapat tiga kecamatan di Bangka Tengah dengan tingkat konsumsi ikan yang tergolong rendah, yakni Kecamatan Simpang Katis, Namang, dan Sungaiselan. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama mengingat Bangka Tengah merupakan daerah yang didominasi wilayah pesisir.

Imam menjelaskan, rendahnya konsumsi ikan dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari perubahan pola konsumsi masyarakat, keterbatasan ketersediaan ikan saat musim angin, daya beli masyarakat, hingga akses distribusi ikan ke wilayah pedalaman.

"Tahun 2025 tingkat konsumsi ikan masyarakat Bangka Tengah mencapai 62,09 kilogram per kapita per tahun. Angka ini perlu terus kita tingkatkan melalui edukasi dan kemudahan akses masyarakat terhadap ikan segar maupun produk olahan ikan," jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa Dinas Perikanan siap memfasilitasi masyarakat maupun pondok pesantren apabila ingin mengembangkan usaha budidaya maupun pengolahan ikan.

"Kalau nanti di pondok pesantren ini akan dibangun unit usaha budidaya maupun pengolahan ikan, kami siap memfasilitasi melalui program pembentukan kelompok budidaya maupun kelompok pengolahan hasil perikanan," ungkapnya.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)