maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

Perahu Mati Mesin, Polisi Berhasil Selamatkan Nelayan Bitung

$rows[judul]

Bitung – Respons cepat Ditpolairud Polda Sulawesi Utara membuahkan hasil setelah seorang nelayan asal Bitung yang dilaporkan hilang di laut akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat. Nelayan bernama Michael V. Pangilawan (41) tersebut sempat tidak diketahui keberadaannya selama lebih dari 24 jam sebelum ditemukan pada Rabu (25/2/2026) di perairan Kota Bitung.

Peristiwa ini bermula saat Michael pergi melaut seorang diri pada Selasa malam (24/2/2026) sekitar pukul 22.00 Wita untuk memancing cumi-cumi. Ia menggunakan perahu pakura berwarna biru muda di sekitar perairan Pulau Dua, Bitung.


Kekhawatiran keluarga muncul setelah Michael sempat mengirim pesan WhatsApp kepada istrinya, JEA Mangoda, pada malam hari yang sama. Dalam pesannya, ia menyampaikan bahwa mesin perahunya mengalami gangguan teknis dan ia berusaha mendayung secara manual agar bisa kembali ke darat.


Namun hingga Rabu siang, ia belum juga kembali. Pihak keluarga sempat melakukan pencarian secara mandiri sejak dini hari hingga siang hari, tetapi belum membuahkan hasil meskipun ponsel korban masih aktif.


Karena semakin cemas, sang istri kemudian melapor ke Mako Ditpolairud Polda Sulut untuk meminta bantuan. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR Ditpolairud segera mengerahkan Kapal Polisi (KP) Klabat XV-3002 untuk melakukan pencarian di perairan sekitar.

Pencarian akhirnya membuahkan hasil ketika petugas menemukan Michael berada di atas KM Dalma 01 di wilayah Selat Lembeh, tepatnya di belakang Pulau Dua pada koordinat 01°20’41” N dan 125°11’85” E.

Direktur Polairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas menyampaikan rasa syukur atas keselamatan korban.

"Michael V. Pangilawan yang sebelumnya dilaporkan hilang telah ditemukan dan diserahkan kembali kepada istrinya di dermaga perikanan Kota Bitung dalam keadaan aman," ujar Direktur Polairud.

Ia juga mengingatkan para nelayan serta pelaku wisata bahari agar selalu mengutamakan faktor keselamatan sebelum melaut. Masyarakat diimbau memastikan perlengkapan keselamatan tersedia dan memantau prakiraan cuaca, mengingat potensi angin kencang serta badai di wilayah perairan Sulawesi Utara.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)