maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

Puluhan Nelayan Probolinggo Ikuti Bimtek Perbaikan Mesin Kapal

$rows[judul]

DRINGU – Sebanyak 30 nelayan muda usia 17 hingga 40 tahun dari Desa Pabean, Dringu, Randuputih dan Tamansari Kecamatan Dringu mengikuti bimbingan teknis (bimtek) perbaikan mesin kapal perikanan dari Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo bersama UPT Pelatihan Teknis Perikanan, Kelautan dan Pulau-Pulau Kecil (UPT PTPKP3K) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur, Senin dan Selasa (11-12/5/2026).

Kegiatan yang digelar di Sekretariat Kelompok KUB Tugu Laut Desa Pabean Kecamatan Dringu ini dibuka oleh Sri Lestari dari UPT PTPKP3K DKP Jawa Timur didampingi Kepala Bidang Perikanan Tangkap Diskan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono. Narasumber dan instruktur kegiatan ini adalah Agus Setiawan dan Tomi Sumarsono dari UPT PTPKP3K DKP Jawa Timur.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi teori dan sesi tanya jawab mengenai mesin diesel kapal perikanan, termasuk berbagai permasalahan dan solusi yang sering terjadi di lapangan. Sedangkan hari kedua diisi dengan praktik bongkar pasang mesin, penyetelan klep dan pompa bahan bakar atau boshpump. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok yang masing-masing terdiri dari 10 orang yang menangani satu unit mesin praktik.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Diskan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono (Ipung) menyampaikan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan nelayan muda dalam bidang permesinan kapal agar mampu melakukan perawatan dan perbaikan secara mandiri.

“Harapannya melalui kegiatan ini nelayan dapat mengurangi pengeluaran biaya perawatan maupun perbaikan kapal karena sebagian sudah bisa dilakukan sendiri,” ujarnya.

Ipung berharap program pemberdayaan nelayan melalui kolaborasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur dapat terus dilaksanakan guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sektor perikanan di tengah keterbatasan anggaran daerah.

“Selain menerima materi dan praktik langsung, seluruh peserta juga mendapatkan souvenir berupa satu set tool kit perlengkapan perbengkelan untuk mendukung keterampilan mereka di lapangan,” terangnya.

Sugito dan Mistari, salah satu peserta mengaku pelatihan tersebut sangat membantu nelayan, khususnya dalam memahami kerusakan mesin kapal yang sering terjadi saat melaut. “Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi nelayan muda. Kami berharap ke depan ada lagi pelatihan perbaikan mesin bensin,” ungkapnya

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)