Mamasa — Pembangunan Rumah Sakit (RS) Kondosapata di Kabupaten Mamasa menjadi harapan baru bagi masyarakat dalam memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih layak dan merata. Namun, proses pembangunan tersebut dinilai harus dilakukan secara terbuka dan melibatkan masyarakat dan atau Pengusaha lokal secara langsung.
Aktivis GEMA P.U.S, Berkham Sanggani Seno, menegaskan bahwa pembangunan RS Kondosapata tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga harus menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.
“Kami angkat suara agar pembangunan RS Kondosapata benar-benar melibatkan pengusaha dan masyarakat lokal, baik sebagai tenaga kerja maupun dalam proses pengawasan dan sebagainya. Ini penting agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pembangunan tersebut harus menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat Mamasa, serta dijalankan secara transparan dan akuntabel.
Selain itu, Berkham turut menyoroti kondisi pelayanan di RS Kabupaten Mamasa yang dinilai masih perlu dimaksimalkan. Menurutnya, pembangunan rumah sakit baru tidak boleh mengabaikan kualitas pelayanan yang saat ini berjalan.
“Pelayanan kesehatan di RS Mamasa harus dibenahi. Masyarakat membutuhkan pelayanan yang cepat, profesional, dan manusiawi. Jangan sampai pembangunan berjalan, tapi pelayanan tetap tidak maksimal,” lanjutnya.
Ia pun mendorong pemerintah daerah untuk Memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam pembangunan RS Kondosapata, Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RS Kabupaten Mamasa, Menambah tenaga medis serta membenahi fasilitas yang ada.
Menurutnya, kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang wajib dipenuhi oleh negara.
“Pembangunan dan pelayanan harus berjalan beriringan. Kehadiran RS Kondosapata harus benar-benar menjadi solusi bagi masyarakat Mamasa,” tutupnya.
Tulis Komentar