maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

BMKG Resmikan HF Radar Array Ujong Batee Aceh, Perkuat Observasi Maritim dan Mitigasi Bencana Pesisir

$rows[judul]

Aceh Besar – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meresmikan pengoperasian High Frequency (HF) Radar Array di Ujong Batee, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Kehadiran teknologi ini merupakan bagian dari upaya BMKG memperkuat sistem observasi kelautan, meningkatkan kualitas layanan informasi meteorologi maritim, serta mendukung sistem mitigasi bencana di wilayah pesisir.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa pemasangan HF Radar Array di Ujong Batee melengkapi perangkat serupa yang telah terpasang di Lam Teungoh, Kabupaten Aceh Besar. Kombinasi kedua lokasi strategis ini memungkinkan BMKG memantau dinamika arus permukaan, gelombang, hingga arah angin di perairan pantai utara Aceh secara lebih akurat dan terintegrasi.

“BMKG memasang HF Radar Array di Ujong Batee untuk memperkuat pemantauan dinamika laut hingga jangkauan hingga 150 kilometer. Teknologi ini mampu menyediakan informasi arus permukaan laut secara berkelanjutan dan mendukung pemantauan perubahan kondisi laut, termasuk sebagai salah satu sumber data pendukung dalam sistem deteksi dini tsunami. Informasi tersebut juga bermanfaat untuk meningkatkan keselamatan pelayaran dan mendukung aktivitas masyarakat pesisir, khususnya nelayan,” ujar Faisal di Aceh, Kamis (8/10).

Sejarah mencatat Aceh sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi akibat aktivitas seismik dan dinamika atmosfer, seperti tsunami 2004 serta Siklon Tropis Senyar. Oleh karena itu, BMKG menghadirkan HF Radar Array untuk menyampaikan informasi dan peringatan dini yang cepat, akurat, serta berkualitas demi meminimalisir dampak bencana bagi masyarakat.

Sistem HF Radar Array di Ujong Batee terhubung dengan pusat pengolahan data BMKG di Jakarta, dengan dukungan infrastruktur pengelolaan data yang dirancang untuk menjaga kesinambungan operasional sistem observasi serta mendapat backup penuh dari pusat data BMKG di Bali yang dibangun dengan standar bangunan tahan gempa. Fasilitas di Ujong Batee ini merupakan bagian dari jaringan 10 titik lokasi HF Radar kerja sama Indonesia-Prancis.

Dengan beroperasinya alat modern ini, Provinsi Aceh kini didukung oleh dua teknologi radar utama milik BMKG, yaitu Radar Cuaca C-Band dan HF Radar Array. Kehadiran teknologi terdepan ini menjadi langkah vital untuk meningkatkan efisiensi aktivitas nelayan, menjaga keselamatan pelayaran, serta memperkuat mitigasi bencana hidrometeorologi maritim.

Selain pengembangan infrastruktur observasi, BMKG terus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memahami dan memanfaatkan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika melalui program Sekolah Lapang. Program tersebut meliputi Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) untuk meningkatkan pemahaman nelayan terhadap informasi cuaca maritim, Sekolah Lapang Iklim (SLI) untuk mendukung pengambilan keputusan di sektor pertanian, serta Sekolah Lapang Geofisika (SLG) untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan di Provinsi Aceh, BMKG juga menyelenggarakan kegiatan tiga Sekolah Lapang secara terpadu guna memperluas pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan informasi cuaca, iklim, serta mitigasi bencana. 

Wakil Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Fabrice Fize, menjelaskan melalui peresmian HF Radar Array merupakan salah satu wujud nyata penguatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Prancis, khususnya dalam pengembangan teknologi observasi dan peningkatan ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)