Sleman – Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman menggelar Gerakan Cinta Air bertema “Setetes Kebaikan untuk Bumi” di Embung Jetis Suruh, Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan konservasi sumber daya air dan kelestarian ekosistem perairan umum ini diisi dengan penebaran 50 kilogram benih ikan lokal jenis nilem dan tawes di Sungai Gayam yang merupakan area hulu Embung Jetis Suruh. Selain itu, digelar aksi pemancingan ikan invasif, kerja bakti bersih lingkungan dan sungai, bazar tematik UMKM, lomba mewarnai anak, kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), hingga pemasangan papan larangan pencemaran perairan.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Liem Astuti, menjelaskan bahwa langkah ini krusial untuk menekan risiko penurunan kualitas air, pendangkalan sungai, serta ancaman kepunahan populasi ikan lokal akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia.
“Melalui Gerakan Cinta Air, kami ingin mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kelestarian sumber daya air. Langkah sederhana yang dilakukan bersama diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Liem Astuti.
Liem menambahkan, wilayah Kabupaten Sleman memiliki posisi strategis sebagai kawasan hulu, daerah resapan air, sekaligus penyedia cadangan air baku. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, akademisi, komunitas, dan warga sangat dibutuhkan dalam menjaga kelestarian perairan.
“Melalui tema ‘Setetes Kebaikan untuk Bumi’, kami berharap setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan bersama yang membawa manfaat bagi kelestarian sumber daya air dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sleman,” tegas Liem Astuti
Tulis Komentar