maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

Komunitas PRINSIP.ID Bakal Boyong 100-an Anggota Mengabdi di Sekolah Pelosok BantaengCatat Tanggalnya!

$rows[judul] Foto: Sebanyak 250 Volunteer PRINSIP.ID mengikuti kegiatan Pra NALA 2026 di Aula SLBN 1 Makassar. (Ist.)

Makassar, Maritimnews.co - Ketimpangan akses pendidikan di wilayah pelosok tanah air masih menjadi tantangan nyata yang memerlukan intervensi multisektor. Bergerak atas kesadaran tersebut, gelombang mahasiswa aktif yang tergabung dalam Komunitas PRINSIP.ID memilih turun tangan langsung melalui jalur pengabdian nonformal. Guna mendekatkan sekat pendidikan di daerah terpencil, mereka menginisiasi program bertajuk NALA (Nyalakan Aksi, Lampaui Ambisi) Batch 7 Tahun 2026.

Gerakan sosial yang dijadwalkan berlangsung pada 17 hingga 26 Juli 2026 ini mengambil lokus di Kelas Jauh Parring-Parring, SDN No. 35 Lanyying, Desa Bontolojong, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Selama 10 hari penuh, sebanyak 46 sukarelawan yang didominasi oleh kalangan mahasiswa akan memusatkan orientasi mereka pada pemulihan literasi dan penguatan karakter anak-anak di daerah tersebut.

Fokus utama dari NALA Batch 7 ini menyasar pada tiga segmen krusial di akar rumput, yakni anak-anak usia prasekolah, siswa sekolah dasar, hingga pemulihan psikososial bagi anak-anak yang putus sekolah. Melalui pendekatan edukasi nonformal yang adaptif dan interaktif, kehadiran para mahasiswa aktif ini bakal mencoba mengisi ruang kosong edukasi yang belum terjangkau secara optimal oleh kurikulum formal.

Ketua Umum PRINSIP.ID, Rafly Defaquo, menjelaskan bahwa esensi dari program NALA bukan sekadar mentransfer ilmu teoretis dari ruang kuliah, melainkan membangun ekosistem belajar yang timbal balik antara dunia akademis dan realitas sosial masyarakat pesisir atau pegunungan.

"NALA bukan sekadar program pengabdian, tetapi menjadi ruang belajar bersama antara sukarelawan dan masyarakat. Kami berharap kehadiran teman-teman NALA dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Desa Bontolojong sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian sosial di kalangan generasi muda," ujar Rafly melalui keterangan tertulis.

Model pengabdian masyarakat berbasis kerelawanan mahasiswa seperti ini juga berfungsi ganda sebagai laboratorium empati. Di satu sisi, anak-anak di pelosok Uluere mendapatkan suntikan motivasi serta metode pembelajaran baru yang inklusif dan berkelanjutan. Di sisi lain, para mahasiswa aktif ditantang untuk mengasah kepekaan kepemimpinan (leadership), kemampuan berkolaborasi, serta ketahanan mental di medan pengabdian yang sesungguhnya.

Guna memastikan program ini tidak menjadi agenda seremonial belaka, PRINSIP.ID turut menggandeng berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) lokal sebagai mitra strategis, termasuk pihak kecamatan dan aparatur desa.

Buktinya, saat cek lokasi beberapa waktu lalu, pengurus PRINSIP.ID dikawal langsung oleh Camat Uluere bertemu Plt Kepala Dinas Pendidikan Bantaeng.

Kolaborasi ini dirancang agar dampak edukasi nonformal yang dibawa oleh para sukarelawan dapat terus berlanjut secara mandiri oleh masyarakat setempat bahkan setelah masa pengabdian 10 hari tersebut usai.

Melalui penyelenggaraan NALA Batch 7, keterlibatan aktif mahasiswa dalam sektor pendidikan nonformal ini menegaskan bahwa tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa tidak hanya bertumpu pada pundak sekolah formal, melainkan memerlukan aksi nyata dan kerelaan melangkah dari generasi muda terdidik untuk masuk ke pelosok-pelosok negeri. (Rls)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)