Surabaya - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan kegiatan edukasi budidaya lele dalam galon sebagai peluang usaha rumahan dengan modal terjangkau di wilayah Kejawan Putih Tambak, Surabaya, pada Kamis (9/1).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai alternatif usaha produktif yang mudah diterapkan di lingkungan rumah tangga. Edukasi budidaya lele dalam galon dipilih karena metode ini dinilai praktis, ekonomis, dan tidak membutuhkan lahan yang luas.
Dengan memanfaatkan galon bekas air minum, masyarakat dapat memulai usaha budidaya ikan lele dengan biaya awal yang relatif rendah. Metode ini dinilai sesuai dengan kondisi masyarakat perkotaan yang memiliki keterbatasan ruang dan modal usaha.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa BBK 7 UNAIR memberikan pemaparan materi secara langsung kepada warga Kejawan Putih Tambak mengenai tahapan budidaya lele dalam galon.
Materi yang disampaikan meliputi persiapan galon sebagai media budidaya, proses pembersihan dan modifikasi galon, pengisian air yang sesuai, hingga pemilihan bibit lele yang sehat dan berkualitas.
Mahasiswa juga menjelaskan teknik perawatan harian, seperti pengaturan kepadatan ikan dalam galon, jadwal pemberian pakan, serta cara menjaga kualitas air agar ikan lele dapat tumbuh optimal dan terhindar dari penyakit.
Selain itu, warga diberikan gambaran mengenai estimasi waktu panen serta potensi keuntungan yang dapat diperoleh dari budidaya lele dalam galon sebagai usaha rumahan.
Salah satu anggota BBK 7 UNAIR menyampaikan bahwa budidaya lele dalam galon dapat menjadi solusi usaha alternatif bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang ingin memulai usaha dengan risiko rendah.
Permintaan pasar terhadap ikan lele yang cenderung stabil menjadi salah satu alasan mengapa budidaya ini dinilai memiliki prospek yang menjanjikan. Hasil panen lele juga dapat dimanfaatkan untuk konsumsi keluarga maupun dijual untuk menambah pendapatan.
Kegiatan edukasi ini tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga dilengkapi dengan praktik langsung. Mahasiswa mendemonstrasikan cara menyiapkan galon, mengatur sistem air sederhana, hingga proses memasukkan bibit lele ke dalam media budidaya.
Dengan adanya praktik langsung tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah memahami dan menerapkan teknik budidaya secara mandiri di rumah.
Warga Kejawan Putih Tambak menyambut positif kegiatan yang dilaksanakan pada 9 Januari tersebut. Mereka mengaku mendapatkan pengetahuan baru mengenai peluang usaha rumahan yang sebelumnya belum banyak diketahui.
Sejumlah warga juga menyatakan ketertarikannya untuk mencoba budidaya lele dalam galon sebagai aktivitas produktif di sela-sela kegiatan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, mahasiswa BBK 7 UNAIR berharap edukasi yang diberikan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat Kejawan Putih Tambak.
Selain meningkatkan keterampilan, program ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat berwirausaha serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal secara sederhana dan berkelanjutan.
Tulis Komentar