Surabaya – Pengembangan teknologi maritim membutuhkan dukungan riset dan kolaborasi lintas negara untuk memperkuat kapasitas ilmu pengetahuan, teknologi, serta sumber daya manusia. Menjawab kebutuhan tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) menjajaki peluang kerja sama dengan Université Polytechnique Hauts-de-France (UPHF) Perancis, khususnya dalam riset bidang teknologi maritim.
Ketua Kelompok Riset Teknologi Bangunan Kelautan dan Lepas Pantai PRTH BRIN, Wibowo Harso Nugroho, menyampaikan bahwa BRIN terbuka terhadap pengembangan program kolaborasi yang dapat mempertemukan kepakaran kedua institusi. Salah satu peluang yang dibahas ialah pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan doktoral dan program Degree by Research (DbR), termasuk kemungkinan dukungan melalui skema beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
“Kami melihat peluang untuk mengembangkan kolaborasi melalui kunjungan peneliti UPHF dari berbagai bidang kepakaran ke Indonesia. Jika rencana ini terealisasi, BRIN dapat menjadi salah satu lokasi kegiatan ilmiah bersama, tentunya dengan mempertimbangkan kesesuaian bidang riset dan kebutuhan kolaborasi. Kami juga terbuka untuk mengidentifikasi topik penelitian yang dapat dikembangkan bersama, termasuk melalui skema pendidikan doktoral berbasis riset,” ujar Wibowo di KST Said Djauharsjah Jenie Surabaya pada Senin, (26/10) yang dihadiri Vice Rector for International Cooperation UPHF, Prof. Elhadj Dogheche dan Prof. Iyad Day.
Elhadj menyampaikan ketertarikan terhadap pengembangan teknologi maritim, termasuk pemanfaatan hidrogen sebagai salah satu teknologi yang berpotensi mendukung masa depan sektor tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan BRIN dapat membuka ruang bagi pengembangan riset bersama sekaligus mempertemukan peneliti dan perekayasa dengan keahlian yang saling melengkapi.
“Kami tertarik untuk mengembangkan kolaborasi di bidang maritim, termasuk penelitian mengenai teknologi hidrogen. Kami juga berharap dapat bekerja bersama para periset BRIN yang memiliki kepakaran di bidang ini, baik melalui penelitian dan perekayasaan bersama maupun program pengembangan sumber daya manusia,” ungkap Elhadj.
Selain kerja sama riset, kedua institusi membahas peluang keterlibatan mahasiswa UPHF dalam kegiatan magang di BRIN. Program tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam lingkungan penelitian, sekaligus memperluas pemahaman mereka mengenai pengembangan teknologi maritim dan hidrodinamika.
Berbagai peluang yang dapat dikerjasamakan antara lain pengembangan teknologi berbasis hydrogen yang mendukung bidang teknologi maritim seperti penggunaan bahan bakar hydrogen untuk di kapal. Pengembangan alat ukur berupa sensor yang mendukung teknologi maritim, pengembangan control dan automation untuk mendukung teknologi maritim, dan peningkatan kapasitas periset.
Pertemuan tersebut juga membahas sejumlah peluang kolaborasi, mulai dari penelitian bersama, program magang mahasiswa UPHF di BRIN, hingga rencana kunjungan peneliti UPHF. Dengan beragam latar belakang kepakaran ke Indonesia, termasuk kemungkinan penempatan kegiatan di PRTH BRIN Surabaya.
Melalui penjajakan ini, BRIN dan UPHF diharapkan dapat menyusun langkah kolaborasi yang lebih konkret, baik dalam pelaksanaan penelitian bersama maupun pengembangan talenta riset. Sinergi ini diharapkan dapat memperluas jejaring akademik internasional, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mendukung pengembangan teknologi maritim yang relevan dengan kebutuhan masa depan
Tulis Komentar