maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

KanKemenag Kepulauan Seribu Ajak Nelayan dan Pelajar Jaga Laut Lewat Aksi Ekoteologi

$rows[judul]

Pulau Pramuka - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu menggelar kegiatan kolaborasi dan edukasi bersama nelayan melalui aksi transplantasi terumbu karang di Pantai Pesisir Pulau Pramuka, kegiatan ini menjadi implementasi nyata program Ekoteologi Kementerian Agama yang memadukan nilai-nilai keagamaan dengan upaya pelestarian lingkungan, pada Selasa (14/7/2026).

Kegiatan diikuti oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Kasi Bimas Islam) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu, Achmad Mastur, para Penyuluh Agama Islam, staf Kemenag, siswa-siswi MTsN 26 Kepulauan Seribu Kampus B Pulau Pramuka, serta para nelayan setempat.

Dalam sambutannya, Achmad Mastur menegaskan bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari amanah keagamaan yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Menurutnya, transplantasi terumbu karang bukan sekadar upaya konservasi laut, tetapi juga bentuk ibadah dalam menjaga ciptaan Allah SWT.

"Islam mengajarkan bahwa manusia adalah khalifah di bumi yang berkewajiban menjaga dan memakmurkan alam. Melalui transplantasi terumbu karang ini, kita tidak hanya menyelamatkan ekosistem laut, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Inilah esensi Ekoteologi, yaitu menghadirkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari keimanan," ujar Achmad Mastur.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwariskan kepada generasi muda.

"Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa merawat laut bukan hanya tugas nelayan atau pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat. Ketika iman diwujudkan dalam aksi menjaga alam, maka manfaatnya akan dirasakan oleh manusia, lingkungan, dan generasi yang akan datang," tambahnya.

Setelah penyampaian materi keagamaan, peserta mendapatkan edukasi langsung dari nelayan sekaligus narasumber, Mahmudin, yang menjelaskan pentingnya terumbu karang bagi keberlangsungan ekosistem laut. Ia memaparkan fungsi terumbu karang sebagai habitat berbagai jenis ikan, pelindung pantai dari abrasi, serta penyangga keseimbangan ekosistem pesisir.

Mahmudin juga mengenalkan berbagai jenis terumbu karang kepada para peserta sekaligus menjelaskan teknik dasar transplantasi karang sebagai salah satu upaya rehabilitasi ekosistem laut yang mengalami kerusakan.

"Terumbu karang adalah rumah bagi banyak biota laut. Jika karang rusak, maka ikan akan berkurang dan keseimbangan laut ikut terganggu. Karena itu, menjaga dan menanam kembali karang merupakan investasi untuk masa depan laut dan generasi yang akan datang," jelas Mahmudin.

Ia mengapresiasi keterlibatan Kementerian Agama, para penyuluh, dan para pelajar dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas elemen menjadi kunci keberhasilan pelestarian lingkungan.

"Saya senang melihat anak-anak sekolah dan para pegawai ikut turun langsung ke laut. Edukasi seperti ini sangat penting karena semakin banyak orang memahami fungsi terumbu karang, semakin besar pula peluang laut kita tetap lestari dan hasilnya bisa dinikmati bersama," ungkap Mahmudin.

Usai sesi edukasi, seluruh peserta bersama-sama melakukan praktik transplantasi terumbu karang di kawasan pesisir Pulau Pramuka. Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias sebagai bentuk sinergi antara Kementerian Agama, masyarakat nelayan, dan dunia pendidikan dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu berharap nilai-nilai Ekoteologi semakin membumi di tengah masyarakat, sehingga kesadaran menjaga kelestarian laut tidak hanya dipahami sebagai tanggung jawab sosial, tetapi juga sebagai bagian dari pengamalan ajaran agama.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)