maritimnewsdotco@gmail.com
Banner Iklan Maritim News

KKLR Serukan Soliditas Wija to Luwu, Dokumen Provinsi Luwu Raya Dikebut

$rows[judul]

JAKARTA — Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) menyerukan pentingnya menjaga persatuan dan kekompakan seluruh Wija to Luwu dalam perjuangan mewujudkan Provinsi Luwu Raya. Seruan ini menegaskan bahwa perjuangan pemekaran wilayah tersebut telah memasuki tahapan krusial yang membutuhkan soliditas seluruh elemen.

Hal itu mengemuka dalam pertemuan antara Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKLR Sulawesi Selatan, Ir H. Hasbi Syamsu Ali, dengan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) KKLR, H. Arsyad Kasmar, di kawasan Bambu Apus, Jakarta Timur, Senin (9/2/2026).

Keduanya sepakat bahwa ikhtiar pembentukan Provinsi Luwu Raya tidak lagi bisa dijalankan secara sporadis, melainkan harus terarah, sistematis, dan didukung oleh persatuan seluruh pemangku kepentingan di Luwu Raya.

“Alhamdulillah, saat ini kita melihat soliditas yang luar biasa dari elemen-elemen perjuangan di Luwu Raya. Para kepala daerah, pimpinan DPRD, mahasiswa, hingga masyarakat semuanya bersatu. Termasuk KKLR yang sejak awal konsisten berada di garis perjuangan Provinsi Luwu Raya. Mari kita jaga persatuan ini dan tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal kecil yang justru bisa melemahkan sinergi kita,” ujar Arsyad Kasmar.

Arsyad menegaskan, perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya kini telah memasuki fase pemenuhan syarat administratif sesuai ketentuan perundang-undangan. Dalam konteks tersebut, keberadaan Badan Pekerja Pembentukan Daerah Otonom Baru (BPP-DOB) Provinsi Luwu Raya yang dibentuk oleh Kedatuan Luwu bersama KKLR menjadi langkah strategis yang harus didukung bersama.

“Secara teknis, BPP-DOB Provinsi Luwu Raya sudah mulai bekerja dan berkolaborasi dengan para kepala daerah serta pemangku kepentingan se-Luwu Raya. Targetnya adalah menuntaskan seluruh persyaratan dan dokumen administratif untuk diajukan ke pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri dan Komisi II DPR RI,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa dukungan formal dari pemerintah daerah dan DPRD se-Luwu Raya menjadi bagian penting dari tahapan tersebut.

“Kita mendorong agar rekomendasi dan persetujuan dari kepala daerah dan DPRD se-Luwu Raya dapat segera dituntaskan, untuk kemudian dibawa ke Gubernur dan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan,” kata Arsyad.

Apabila seluruh dokumen administratif dan naskah akademik kelayakan telah lengkap, usulan pembentukan Provinsi Luwu Raya dinilai sudah dapat disampaikan secara resmi kepada pemerintah pusat dan selanjutnya dikawal oleh BPP-DOB bersama pihak-pihak terkait.

Senada dengan itu, Ketua BPW KKLR Sulsel, Ir H. Hasbi Syamsu Ali, mengajak seluruh elemen pergerakan di Luwu Raya untuk mulai menata ritme gerakan di lapangan pasca rangkaian aksi demonstrasi masif yang berlangsung pada Januari lalu.

“Kami sangat mengapresiasi aksi-aksi demonstrasi yang dilakukan kawan-kawan di Luwu Raya. Berkat aksi itulah, aspirasi pembentukan Provinsi Luwu Raya terdengar lebih nyaring di pemerintah pusat,” ujar Hasbi.

Namun demikian, Hasbi mengingatkan bahwa seiring dengan masuknya perjuangan pada tahap pemenuhan dokumen administratif, bentuk-bentuk aksi di lapangan juga perlu disesuaikan agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.

“Saat ini kita fokus pada kerja-kerja administratif. Karena itu, kami mengimbau agar aksi-aksi seperti blokade jalan yang berpotensi menyulitkan masyarakat mulai dikurangi, dan digantikan dengan gerakan yang lebih simpatik untuk meraih dukungan publik yang lebih luas,” katanya, yang diamini Ketua Umum BPP KKLR, Arsyad Kasmar.

Hasbi yang juga Koordinator Wilayah BPP-DOB Luwu Raya menegaskan bahwa kekompakan yang terbangun saat ini merupakan modal sosial yang sangat berharga untuk menyukseskan perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

“Sudah saatnya kita tinggalkan perbedaan, friksi, dan konflik internal. Mari bersatu untuk tujuan besar, yakni pembentukan Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya. Untuk Luwu Tengah, Insya Allah seluruh persyaratan administratif sudah siap. Untuk Provinsi Luwu Raya, inilah yang sedang kita persiapkan bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, tahapan berikutnya akan memasuki fase yang lebih krusial dan membutuhkan dukungan pembiayaan serta logistik perjuangan.

“Kami telah meluncurkan Program Seribu, Sepuluh Ribu, atau Seratus Ribu untuk Provinsi Luwu Raya yang disingkat Serbu Luwu Raya. Program ini akan segera kami sosialisasikan kepada seluruh Wija to Luwu di manapun berada. Ini adalah perjuangan kita bersama,” pungkas Hasbi. (*)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)