Cibinong - Kesehatan ikan merupakan hal yang fundamental dalam akuakultur, terutama untuk mencegah kerugian besar akibat serangan penyakit mematikan seperti virus. Pasar ekspor kerapu yang terus meningkat sepanjang tahun membuat para peneliti berlomba-lomba menemukan formulasi yang tepat untuk mencegah ikan kerapu terserang virus mematikan.
Manfaat Vaksinasi Ikan antara lain Meningkatkan Imunitas: Membantu ikan mengembangkan kekebalan alami terhadap penyakit sebelum patogen menyerang. Mencegah Kerugian Massal: Mengurangi risiko kematian ikan dalam jumlah besar akibat wabah penyakit menular di tambak atau keramba. Mengurangi Penggunaan Antibiotik: Dengan mencegah penyakit, kebutuhan akan pengobatan kimiawi dan antibiotik dapat ditekan, sehingga lebih ramah lingkungan. Mendukung Budidaya Berkelanjutan: Merupakan bagian dari pengelolaan perikanan yang bertanggung jawab dan modern.
Prinsip kerja vaksin pada dasarnya melatih sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan melawan patogen. Berikut adalah mekanisme kerja vaksin dalam tubuh, dijelaskan secara sederhana:
Pengenalan “Musuh”: Vaksin mengandung bagian dari kuman penyebab penyakit (antigen) yang telah dilemahkan, dinonaktifkan, atau dalam bentuk tiruan yang tidak berbahaya.
Respons Sistem Imun: Saat vaksin disuntikkan, sistem kekebalan tubuh menganggap zat dalam vaksin sebagai ancaman nyata (infeksi). Akibatnya, tubuh mulai memproduksi protein khusus yang disebut antibodi untuk melawan “penyusup” tersebut.
Pembentukan Memori: Selain antibodi, sistem imun juga menciptakan sel memori. Sel-sel ini tetap hidup setelah “infeksi tiruan” berhasil dikalahkan.
Kesiapsiagaan: Jika di masa depan tubuh terpapar patogen yang sebenarnya, sel memori akan segera mengenali dan meluncurkan respons yang jauh lebih cepat dan efektif untuk menghancurkan pathogen sebelum sakit
Saat ini kajian penanggulangan virus pada ikan terus berkembang terutama melalui nanoteknologi terutama pada komoditas akuakultur bernilai ekonomi tinggi seperti ikan kerapu. Nanomaterial telah menunjukkan potensi besar dalam perikanan dan ilmu perairan karena sifat fisikokimianya yang unggul, yang dapat meningkatkan kualitas air, meningkatkan kesehatan organisme perairan, dan mendukung proses pengolahan limbah. Di antara nanomaterial tersebut, nanopartikel seng oksida (ZnO–NP) menunjukkan karakteristik fisikokimia yang khas dan telah digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk sebagai agen antibakteri, obat antikanker, aditif makanan, penguat membran, pigmen cat, dan nanofiller tahan korosi dalam sistem pelapis.
Metode Pemberian Vaksin pada Ikan Ada beberapa cara umum untuk memberikan vaksin pada ikan, tergantung pada jenis vaksin, ukuran ikan, dan skala budidaya: Penyuntikan (Injeksi): Metode ini sangat efektif dan dosisnya tepat, biasanya dilakukan secara intramuskular (ke otot) atau intraperitoneal (ke dalam rongga perut), terutama untuk ikan berukuran besar atau indukan. Perendaman: Metode yang lebih mudah dan cepat untuk memvaksinasi benih ikan dalam jumlah besar sekaligus. Ikan direndam dalam larutan vaksin, yang akan diserap melalui insang dan kulit. Oral (Melalui Pakan): Vaksin dicampurkan ke dalam pakan ikan. Metode ini praktis tetapi efikasinya mungkin menurun seiring penggunaan jangka panjang karena dosis yang diserap mungkin kurang tepat.
Tulis Komentar